LSBSN Desak Investigasi Menyeluruh atas Insiden Tenggelamnya Anak di Lokasi Proyek Paramount

Rabu, 25 Juni 2025 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab.Tangerang, Dinamikanews.net Sebuah insiden tragis terjadi pada Rabu, 25 Juni 2025 di area proyek pembangunan Paramount, yang terletak di Kampung Pasirandu RT.05/RW.03, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Seorang anak, yang kemudian diketahui bernama Ms, warga RT 08/RW 01 Kampung Peusar, dilaporkan tenggelam di genangan sawah galian proyek yang belum diurug dan tanpa pengamanan.

Peristiwa bermula ketika enam anak bermain dan berenang di area genangan air bekas galian tanah di lokasi proyek. Saksi mata, Rodikin, menyampaikan bahwa ia mendapat informasi dari seorang pekerja PLN yang melihat lima anak menangis histeris sambil berteriak meminta tolong karena salah satu teman mereka tenggelam.
Saksi lain, Bram, menambahkan, “Ada empat anak yang berenang, satu di darat, dan satu tenggelam. Jika tidak salah, itu warga Peusar.”

Ironisnya, tidak ada penjagaan keamanan di lokasi proyek, tidak ada pagar pembatas, maupun tanda peringatan bahaya di area yang terbuka luas dan bisa diakses oleh anak-anak. Bahkan hingga berita ini diturunkan, lokasi kejadian belum diberi garis polisi.

Ketua Umum Lembaga Satu Bumi Satu Negeri (LSBSN), Susetyo Y. Ristanto, S.H., M.H., menyatakan Kami sangat berduka dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa ini tidak bisa dianggap sebagai kecelakaan biasa, melainkan cerminan dari kelalaian serius pihak pengembang yang tidak mengutamakan aspek keselamatan di lingkungan proyek mereka. Anak-anak adalah kelompok paling rentan, dan area seperti itu tidak boleh dibiarkan terbuka tanpa pengamanan.

Dalam pernyataannya, LSBSN menyampaikan sejumlah desakan penting:

  1. Investigasi Menyeluruh: LSBSN mendesak pihak kepolisian, khususnya Polsek Curug, untuk segera melakukan investigasi tuntas atas kejadian ini dan memeriksa unsur kelalaian dalam pengelolaan area proyek.

  2. Tanggung Jawab Pengembang: LSBSN menuntut Paramount Petals bertanggung jawab secara hukum dan moral, dan segera melakukan perbaikan sistem pengamanan proyek.

  3. Evaluasi Izin dan Pengawasan: LSBSN meminta Dinas Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas PUPR Kabupaten Tangerang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin dan pelaksanaan proyek, termasuk aspek pengawasan keselamatan publik.

  4. Pemasangan Garis Polisi & Penghentian Proyek Sementara: LSBSN mendesak agar lokasi kejadian segera dipasangi garis polisi dan proyek dihentikan sementara sampai audit keselamatan dan mitigasi risiko diselesaikan.

  5. Keterlibatan DPRD & Pemkab: LSBSN akan segera mengajukan permintaan audiensi dengan DPRD Kabupaten Tangerang untuk membahas penegakan keselamatan publik dalam kawasan proyek-proyek besar, serta mempertanyakan pengawasan dari Pemkab Tangerang atas kegiatan pembangunan yang berpotensi membahayakan warga.

Baca Juga :  Tinjau Revitalisasi Stadion Maguwoharjo, Menteri PU: Sudah Sesuai Standar PSSI dan FIFA

LSBSN menyatakan akan mengawal kasus ini secara berkelanjutan, serta mengajak masyarakat dan organisasi sipil lainnya untuk bersatu dalam memastikan perlindungan keselamatan warga, khususnya anak-anak, di tengah masifnya pembangunan di wilayah Kabupaten Tangerang.

Baca Juga :  Pimpin Pemakaman Menteri PU Periode 1998-1999, Menteri Dody: Almarhum Sosok Pekerja yang Tekun dan Gigih

Kejadian ini tidak boleh dianggap sebagai insiden biasa. Ini adalah teguran keras bahwa pembangunan tanpa kontrol dan tanpa empati terhadap keselamatan warga adalah bentuk kekerasan struktural yang harus dihentikan,” tegas Susetyo.

Berita Terkait

Pendampingan GANN dan Ketua DPD Partai Kedaulatan Rakyat Terhadap Korban Penyalahgunaan Obat Golongan G di BNN Kota Tangerang Selatan
Lepas Sambut Kapolsek Curug AKP Hardista Pramana Tampubolon gantikan Kompol Kresna Ajie Perkasa, S.I.K., M.I.K
Run To Give Karang Taruna Curug Himpun Donasi Rp62,5 Juta untuk Korban Bencana Sumatera: Serahkan Ke PMI Kabupaten Tangerang 
Ulah Ketua Karang Taruna Keuangan Tidak Transparan, Warga Kemurang Wetan Timbul Amarah 
KWRI Dikecewakan Kemenag Kabupaten Tangerang
KWRI Dikecewakan, Kemenag Kabupaten Tangerang Absen Total Saat Jadwal Audiensi
Dalam Rangka HUT Persit Ke-80 Yonkav 9/SDK Menggelar Acara Donor Darah Bersama Masyarakat Yang Mengusung Tema Kekeluargaan
Kementerian PU Tangani Kerusakan Akibat Banjir Lahar Semeru

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:00 WIB

Pendampingan GANN dan Ketua DPD Partai Kedaulatan Rakyat Terhadap Korban Penyalahgunaan Obat Golongan G di BNN Kota Tangerang Selatan

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:14 WIB

Lepas Sambut Kapolsek Curug AKP Hardista Pramana Tampubolon gantikan Kompol Kresna Ajie Perkasa, S.I.K., M.I.K

Rabu, 4 Februari 2026 - 23:56 WIB

Run To Give Karang Taruna Curug Himpun Donasi Rp62,5 Juta untuk Korban Bencana Sumatera: Serahkan Ke PMI Kabupaten Tangerang 

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:52 WIB

Ulah Ketua Karang Taruna Keuangan Tidak Transparan, Warga Kemurang Wetan Timbul Amarah 

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:30 WIB

KWRI Dikecewakan Kemenag Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru