“Kartini Jakarta: Membangun Kota yang Adil untuk Semua”

Senin, 21 April 2025 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum GERAK : Dhini  M. / foto istimewa

Ketua Umum GERAK : Dhini M. / foto istimewa

dinamikanews.net – Setiap tahun, Hari Kartini diperingati sebagai simbol perjuangan perempuan Indonesia dalam meraih pendidikan, kebebasan berpikir, dan kesetaraan. Namun, di tengah kemajuan Jakarta sebagai kota megapolitan, masih banyak ‘Kartini’ Jakarta yang tertinggal, tertindas, dan belum mendapatkan ruang hidup yang adil.

Perkumpulan GERAK, yang lahir dari semangat relawan mendukung pasangan Pramono Anung dan Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024, kini bertransformasi menjadi perkumpulan warga untuk mengawal jalannya pemerintahan. Pada momen Hari Kartini ini, kami peran Gubernur Jakarta terhadap perempuan Jakarta.

Pekerjaan Rumah Gubernur Jakarta untuk ‘Kartini’ Jakarta

1. Kekerasan terhadap perempuan masih tinggi. Data dari Dinas PPAPP DKI Jakarta menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024 terdapat 1.374 kasus kekerasan terhadap perempuan, meningkat 11% dari tahun sebelumnya. Kasus tertinggi adalah kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual di ruang publik. Namun, jumlah layanan konseling dan rumah aman masih sangat terbatas: hanya ada 7 rumah aman aktif untuk wilayah seluas Jakarta.

2. Perempuan kepala keluarga hidup dalam kerentanan. Menurut data BPS (2023), terdapat 367.000 rumah tangga di DKI Jakarta yang dikepalai oleh perempuan. Sebagian besar mereka bekerja di sektor informal dengan penghasilan di bawah UMP Jakarta. Namun, akses terhadap program afirmasi seperti subsidi sewa rusun, bantuan usaha mikro, dan BPJS masih sangat minim karena terbentur syarat administratif.

Baca Juga :  Buka Diseminasi Program GESIT-KIAT 2022-2025, Wamen Diana Tekankan Komitmen Bangun Infrastruktur Inklusif

3. Ketimpangan akses ekonomi dan pendidikan. Perempuan Jakarta memang memiliki indeks pembangunan gender (IPG) tertinggi secara nasional (94,81 pada 2023), namun disparitas tetap terjadi. Banyak perempuan di wilayah kumuh dan padat penduduk seperti di Jakarta Utara dan Jakarta Barat tidak tersentuh program pelatihan keterampilan kerja atau wirausaha produktif.

4. Minimnya representasi perempuan dalam proses pembuatan kebijakan. Dari 106 anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019–2024, hanya 18 orang (17%) yang perempuan. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan perspektif gender hadir dalam perumusan kebijakan publik. Gubernur perlu mendorong pengarusutamaan gender (PUG) di setiap perangkat daerah, bukan hanya dalam dokumen formal, tetapi dalam praktik anggaran dan layanan.

5. Ketidakamanan perempuan di ruang publik. Berdasarkan survei Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA), 83% perempuan di Jakarta pernah mengalami pelecehan di ruang publik, terutama di transportasi umum. Meskipun ada program CCTV, ruang ramah perempuan, dan Satgas Pelindung Perempuan, namun pelaksanaannya tidak terintegrasi dan minim edukasi publik.

Baca Juga :  Komitmen Pemerintah, Makanan Bergizi untuk Anak Indonesia

Seruan GERAK untuk Pemerintah Provinsi Jakarta

Perempuan Jakarta perlu kebijakan yang adil, berpihak, dan berpijak pada kenyataan hidup mereka. Dalam semangat Hari Kartini, kami menyerukan untuk:
1. Peningkatan anggaran layanan perlindungan perempuan dan anak minimal 2x lipat dari tahun 2024.
2. Penerapan sistem satu pintu untuk layanan korban kekerasan berbasis komunitas.
3. Program ekonomi afirmatif berbasis kelurahan untuk perempuan kepala keluarga dan perempuan pekerja informal.
4. Audit gender pada seluruh kebijakan dan program strategis Gubernur.
5. Pelibatan aktif organisasi perempuan dan warga dalam pengawasan implementasi program.

Jakarta akan maju jika perempuan tidak ditinggalkan. Hari Kartini adalah momentum koreksi arah dan pengingat bahwa kemajuan kota harus seiring dengan keadilan gender. Kartini Jakarta butuh pemimpin yang hadir, mendengar, dan bertindak.

Berita Terkait

Kapolres Tangerang Selatan Pimpin Sertijab Tiga Pejabat Utama Polres Tangerang Selatan
Bertanding di Kandang Sendiri, Pesilat UNEJ Tunjukkan Mental Juara di Kejurnas IV
Ketum Yayasan Hans Satya Dharma Ingatkan Masyarakat dan Kontraktor, Waspada Terhadap Oknum Yayasan Untuk Pendaftaran Titik Dapur MBG
Yayasan HSD Jawa Tengah Menduga Adanya Praktek Jual Beli Titik Dapur BGN, Pelaku Disinyalir Orang Dalam
Peresmian Gedung Koni Kabupaten Tangerang: Pemotongan Pita, Santunan Anak Yatim, Dan Pemberian Apresiasi Atlet Berprestasi
Kunjungan DPC GANN Tangerang Selatan Ke Kantor BNN Kota Tangerang Selatan: Fasilitas Lengkap dan “Korban” Pengguna kami tampung tanpa biaya sepeserpun
Badan Narkotika Nasional (BNN) Tangerang Selatan Berkolaborasi Dengan Lembaga Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) DPC Tangerang Selatan
Forum Solidaritas Hakim Adhoc Ancam Mogok Sidang

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:55 WIB

Kapolres Tangerang Selatan Pimpin Sertijab Tiga Pejabat Utama Polres Tangerang Selatan

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:43 WIB

Bertanding di Kandang Sendiri, Pesilat UNEJ Tunjukkan Mental Juara di Kejurnas IV

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:44 WIB

Ketum Yayasan Hans Satya Dharma Ingatkan Masyarakat dan Kontraktor, Waspada Terhadap Oknum Yayasan Untuk Pendaftaran Titik Dapur MBG

Senin, 12 Januari 2026 - 16:27 WIB

Yayasan HSD Jawa Tengah Menduga Adanya Praktek Jual Beli Titik Dapur BGN, Pelaku Disinyalir Orang Dalam

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:24 WIB

Peresmian Gedung Koni Kabupaten Tangerang: Pemotongan Pita, Santunan Anak Yatim, Dan Pemberian Apresiasi Atlet Berprestasi

Berita Terbaru

Advetorial

MTQ ke-56 Resmi Ditutup, Tuan Rumah Raih Juara Umum

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:33 WIB