BREBES, Dinamikanews.net – Pemerintah Kabupaten Brebes terus berupaya mengatasi persoalan banjir yang setiap tahun melanda sejumlah wilayah. Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, memimpin rapat koordinasi penanganan banjir bersama tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung pada Jumat (16/10/2026).
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan pihak terkait dalam menangani persoalan banjir yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Salah satu poin penting yang ditegaskan dalam rapat tersebut adalah rencana penetapan pemenang lelang pada 28 Oktober 2026.
Penetapan pemenang lelang ini menjadi tahapan penting dalam proses pengadaan pekerjaan yang berkaitan dengan upaya penanganan banjir. Meski demikian, pelaksanaan pekerjaan selanjutnya tetap mengikuti tahapan pengadaan dan ketentuan yang berlaku.
Penanganan Banjir Perlu Koordinasi Lintas Instansi
Banjir tahunan masih menjadi tantangan bagi Kabupaten Brebes, terutama ketika curah hujan meningkat dan kapasitas saluran drainase maupun sungai tidak mampu menampung debit air.
Karena itu, koordinasi antara Pemkab Brebes dan BBWS Cimanuk-Cisanggarung diperlukan untuk menyelaraskan langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing instansi.
Upaya penanganan banjir diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga pada langkah pencegahan dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir.
Melalui koordinasi tersebut, pemerintah diharapkan dapat mendorong percepatan tahapan pekerjaan yang direncanakan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Masyarakat Menanti Solusi Banjir Tahunan
Persoalan banjir yang berulang membutuhkan penanganan terencana dan berkelanjutan. Selain kesiapan infrastruktur, pemeliharaan saluran air, normalisasi sungai apabila diperlukan, serta koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko banjir.
Rencana penetapan pemenang lelang pada 28 Oktober 2026 kini menjadi salah satu tahapan yang patut dicermati dalam perkembangan penanganan banjir di Kabupaten Brebes.
Masyarakat berharap rencana tersebut dapat berjalan sesuai jadwal dan dilanjutkan dengan pelaksanaan pekerjaan yang tepat sasaran, sehingga risiko banjir tahunan dapat ditekan.
Nama paket pekerjaan, lokasi prioritas penanganan banjir, nilai anggaran, sumber pendanaan, serta keterangan resmi Bupati Brebes dan BBWS Cimanuk-Cisanggarung perlu dikonfirmasi sebelum berita diterbitkan. Penetapan pemenang lelang pada 28 Oktober 2026 masih merupakan jadwal yang direncanakan, bukan hasil yang telah ditetapkan.
Bupati menegaskan bahwa, “langkah strategis ini diambil untuk mencegah luapan saat debit curah hujan meningkat drastis di musim penghujan,” kata Paramitha.
Menanggapi masukan, Bupati Paramitha menekankan titik paling kritis segera ditindaklanjuti.
“Pemkab Brebes berkomitmen bersama BBWS mengawal ketat seluruh tahapan dari lelang hingga konstruksi lapangan,” tegasnya.
Pemkab mengajak warga di sekitar aliran Sungai Babakan aktif melaporkan titik rawan banjir atau tanggul kritis melalui saluran pengaduan resmi maupun media sosial Pemkab Brebes
( D. Miranoor )















