BKSDA Kaltim Pastikan Perawatan Medis Bagi Bayi Orangutan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda, Dinamikanews.net – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis darurat terhadap seekor bayi orangutan yang ditemukan dalam kondisi lemas di daerah aliran sungai Kabupaten Kutai Timur.

“Satu individu bayi orangutan diselamatkan di Kutai Timur setelah terpisah dari induknya yang dilaporkan diterkam buaya,” kata Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto di Samarinda, Sabtu (18/10).

Tim gugus tugas evakuasi langsung menerjunkan dokter hewan dan petugas medis satwa untuk menangani kondisi fisik anak primata tersebut. Laporan mengenai bayi orangutan dalam kondisi lemas diterima Minggu (11/10/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalimantan Timur bersama Centre for Orangutan Protection (COP) segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan.

Baca Juga :  Susun RDTR Perkotaan, Tingkatkan Perekonomian

Bayi orangutan diperkirakan berusia di bawah satu tahun tersebut dievakuasi setelah warga melaporkan keberadaan tanpa pendampingan induk.

Pemeriksaan awal di lapangan menunjukkan satwa langka terancam punah ini mengalami dehidrasi ringan serta penurunan daya tahan tubuh akibat kekurangan nutrisi.

“Pemberian cairan rehidrasi, vitamin, serta penanganan suhu tubuh menjadi fokus utama medis guna memulihkan stabilitas fisiknya,” ujar Ari.

BKSDA Kaltim berkoordinasi bersama pusat rehabilitasi satwa untuk memastikan lokasi perawatan lanjutan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang orangutan.

Proses karantina dan observasi kesehatan dilakukan guna memantau perkembangan fungsi organ tubuh serta pola konsumsi makanan harian satwa.

Baca Juga :  Mendes Yandri Ajak Komisi V Bersama Bangun Desa

“Setelah melalui tahap pemeriksaan dan dinyatakan bebas penyakit menular, ia akan dipersiapkan untuk bergabung dengan bayi orangutan lainnya dalam proses rehabilitasi dan sekolah hutan,” tutur Ari.

Langkah penyelamatan ini ditempuh guna mencegah potensi risiko kematian satwa liar dilindungi yang terpisah dari habitat alaminya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan keberadaan satwa dilindungi yang membutuhkan pertolongan medis,” ucap Ari.

Partisipasi aktif warga dalam melaporkan keberadaan satwa liar dinilai menjadi kunci penyelamatan keanekaragaman hayati daerah.

Penguatan patroli di kawasan penyangga hutan terus ditingkatkan demi menjaga ruang hidup aman bagi keberlangsungan populasi orangutan Kalimantan.

Berita Terkait

Geger! Kerangka Manusia Diduga Perempuan Ditemukan di Rumah Kosong Limbangan Wetan Brebes
Gunung Semeru Tiga Kali Erupsi Dengan Tinggi Letusan hingga 1 km
Rekomendasi Akhir Pekan Di Jakarta, Festival Literasi Hingga Musik
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Ditahan KPK, Uang Rp1,9 Miliar Disita dalam OTT
Konsep Cegah Sengketa Informasi, Pemkab Brebes Dorong Transparansi Anggaran Desa
UIN Jakarta Didaulat Sebagai Kampus Pendukung Zakat Terbaik
Warga Margadana Kota Tegal Tegal Nikmati Diskon PBB Lebih dari 50%, Apakah Pemda Brebes Bisa Demikian?!
HUT ke-88 KONI: Mengukir Prestasi Lewat Sains dan Pembinaan Terukur

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:18 WIB

BKSDA Kaltim Pastikan Perawatan Medis Bagi Bayi Orangutan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:23 WIB

Geger! Kerangka Manusia Diduga Perempuan Ditemukan di Rumah Kosong Limbangan Wetan Brebes

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Gunung Semeru Tiga Kali Erupsi Dengan Tinggi Letusan hingga 1 km

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Rekomendasi Akhir Pekan Di Jakarta, Festival Literasi Hingga Musik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Konsep Cegah Sengketa Informasi, Pemkab Brebes Dorong Transparansi Anggaran Desa

Berita Terbaru

Berita

BKSDA Kaltim Pastikan Perawatan Medis Bagi Bayi Orangutan

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:18 WIB