Tangerang, Dinamikanews.net – Merayakan hari jadi ke – 88 pada Selasa (15/10/2026), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), menegaskan komitmen memperkuat pembinaan atlet nasional berbasis teknologi demi mencetak jawara di kancah internasional.
Angka 88 bukan sekadar deretan digit kembar. Bagi KONI usia ini adalah simbol ketangguhan sekaligus pengingat akan panjangnya napas perjuangan memajukan martabat bangsa melalui lapangan hijau, lintasan lari, hingga gelanggang bela diri.
Ketua Umum KONI Kabupaten Tangerang, Eka Wibayu, menyampaikan pesan yang jauh dari sekadar seremoni. Baginya, momentum ini harus menjadi titik balik untuk melahirkan atlet yang tidak hanya menang karena bakat alam, tapi karena sistem yang presisi. Eka memimpikan lahirnya pahlawan olahraga baru yang mampu mengibarkan Merah Putih di kancah global.
“Semoga dengan HUT ke – 88 ini, KONI benar-benar menjadi penggerak utama kemajuan olahraga Indonesia. Target kita jelas: melahirkan atlet berprestasi, baik di level nasional maupun internasional,” ujar Eka dengan nada optimis. Ia menyadari bahwa di era modern, semangat juang saja tidak cukup untuk menembus dominasi dunia.
Langkah nyata yang digagas kini melibatkan pendekatan yang lebih ilmiah. Pembinaan tidak lagi dilakukan secara sporadis. KONI tengah menggenjot integrasi sains dan teknologi (sport science) dalam setiap program latihan. Menurut Eka, pembinaan terstruktur yang dipadukan dengan kompetisi berjenjang adalah kunci agar regenerasi atlet tidak terputus di tengah jalan.
Koordinasi antar lembaga juga diperketat. Eka menekankan bahwa prestasi adalah kerja kolektif. dari sinergitas inilah, bibit-bibit unggul dari pelosok daerah, termasuk Kabupaten Tangerang, diharapkan bisa naik kelas. Fokusnya bukan lagi sekadar partisipasi, melainkan bagaimana menciptakan ekosistem juara yang berkelanjutan.
Harapan besar kini terpampang pada pundak organisasi yang hampir berusia satu abad ini. Dengan kematangan usia, publik menanti tangan dingin KONI dalam meracik strategi demi melihat atlet Indonesia berdiri di podium tertinggi, mendengarkan lagu kebangsaan diputar di mata dunia. (Hil)















