Tangerang, Dinamikanews.net – Warga Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, berkumpul dalam suasana penuh khidmat untuk merayakan hari jadi ke – 394 Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang di halaman kantor Kecamatan. Rabu, 14 Oktober 2026.
Turut hadir pada tasyakuran ini Camat Tigaraksa Cucu Abdurrosyied, Ketua MUI Kabupaten Kiai Moch. Ues Nawawi Gofar, Sekcam, unsur Kepala Desa dan Lurah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, KNPI, Karang Taruna dan Masyarakat.
Perayaan kali ini terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni potong tumpeng, namun ada getaran refleksi yang kuat. Sebagai bentuk penghormatan atas sejarah panjang perlawanan terhadap penjajah dan menegaskan bahwa Tigaraksa bukan sekadar nama koordinat di peta Kabupaten Tangerang. Ia adalah prasasti hidup di usia yang hampir “Empat Abad”.
Hal ini terlihat adanya semangat gotong royong yang masih kental pada acara tasyakuran di halaman kantor Kecamatan Tigaraksa dengan memanjatkan doa-doa keselamatan, keberkahan dan berzikir bersama menandai tiga ratus sembilan puluh empat tahun berdirinya wilayah ini.

Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied, dalam sambutannya. Ia tidak banyak bicara soal angka statistik pembangunan, melainkan mengajak ratusan pasang mata yang hadir untuk kembali menengok narasi besar para leluhur.
“Ini adalah saat kita menengok ke belakang, bukan untuk terpuruk, tapi untuk mengambil api semangat para pendahulu yang bertaruh nyawa melawan penjajah demi tanah ini,” ujar Cucu di sela-sela prosesi tasyakuran.
Ia mengingatkan tentang pentingnya menjaga marwah sejarah di tengah modernitas Tangerang yang kian pesat.
Kata Camat Cucu, Acara yang dirangkaikan dengan syukuran dan doa bersama unsur kepala Desa/Lurah se-Kecamatan Tigaraksa ini menjadi simbol soliditas birokrasi akar rumput yang menunjukkan bahwa kohesi sosial di Tigaraksa tetap terjaga
Khidmatnya doa yang dipanjatkan seolah mengunci janji kolektif warga: bahwa Tigaraksa akan terus tumbuh tanpa pernah mencabut akar sejarahnya dari bumi pertiwi.
Lebih lanjut Cucu menegaskan peringatan hari jadi bukan semata seremoni tahunan tapi merupakan momentum untuk meningkatkan pelayanan publik yang berkualitas dan maksimal sehingga bisa dirasakan oleh semua kalangan tanpa membedakan ras, budaya maupun bahasa. Tapi satu hal yang pasti, kita adalah warga Kabupaten Tangerang.
“Alhamdulillah terbukti pada saat HUT Kabupaten Tangerang kemarin kita meraih berbagai prestasi gemilang dan itu merupakan wujud komitmen kita sebagai pemerintah kecamatan bersama dengan unsur lurah dan kepala desa dalam meningkatkan pelayanan publik untuk mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat,” pungkasnya (Hil)















