Kementerian PU Kerahkan 20 Pompa Untuk Penanganan Kekeringan di Pakisjaya, Karawang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinamikanews.net – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat penanganan kekeringan di wilayah Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, untuk menjaga lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, puluhan unit pompa dikerahkan untuk mengalirkan air dari Sungai Citarum dan jaringan irigasi ke sawah yang terdampak kekeringan.

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan pemenuhan kebutuhan air untuk lahan pertanian menjadi salah satu perhatian Kementerian PU, terutama di wilayah yang terdampak kemarau ekstrem atau el nino.

“Kekeringan bukan hanya persoalan berkurangnya air, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari dan sektor pertanian. Karena itu, Kementerian PU memastikan dukungan air dapat segera diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama pada lahan-lahan pertanian,” ujar Menteri Dody.

Baca Juga :  Kurs Hancur: Ekonomi Katanya Tumbuh, Tapi Rupiah Malah Lumpuh

Sementara itu, Kepala BBWS Citarum, Mochammad Dian AL Ma’ruf menjelaskan Kecamatan Pakisjaya merupakan salah satu titik di Wilayah Sungai (WS) Citarum yang mengalami kekeringan. Kondisi tersebut terjadi karena pada sejumlah area tidak terjangkau jaringan irigasi teknis Daerah Irigasi (DI) Jatiluhur. Selain itu juga beberapa wilayah mengalami kerusakan infrastruktur, serta lahan yang terdampak pergeseran waktu tanam.

“Total potensi lahan yang terdampak kekeringan di Pakisjaya tersebar di tiga desa, yaitu Desa Solokan, Desa Telukjaya, dan Desa Tanahbaru,” kata Dian

Untuk mempercepat penanganan, Kementerian PU melalui BBWS Citarum mengoperasikan 20 unit pompa berkapasitas sekitar 40–80 liter per detik yang berasal dari BBWS Citarum, BBWS Citanduy, BBWS Ciliwung Cisadane, serta Kementerian Pertanian.

Baca Juga :  Bank BRI Bersama Kementerian UMKM RI Gelar Koplo Keliling (Kopling) 2025

Pemompaan dilakukan dengan mengambil air dari Sungai Citarum karena pada wilayah tersebut tidak memiliki sumber air lain dan berbatasan dengan kawasan air asin. Selain pemompaan, Kementerian PU juga melakukan normalisasi saluran irigasi pada titik-titik yang menjadi penghambat aliran air. Kegiatan normalisasi dan pemompaan yang dilakukan sejak 19 Agustus hingga 28 September 2026 telah membantu mengairi 400 hektare sawah.

“Dari total 1.150 hektare lahan terdampak di Pakisjaya, upaya penanganan telah berhasil mengairi dan menyelamatkan sekitar 400 hektare, baik untuk tanaman yang sudah tumbuh (standing crop) maupun lahan yang bersiap untuk ditanam,” jelas Dian.

Berita Terkait

DPR Setujui RUU Satu Data Indonesia Menjadi Undang-Undang
FAO: Sedikitnya 1,2 Juta warga Palestina Alami Krisis Pangan Akut
Sambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa
Keunikan Pembangunan Jembatan Loji Pekalongan di Era Kolonial Belanda, Terbuat dari Semen dan Tepung Kanji
Setelah Menunggu Sekian Lama, Akhirnya Jenazah Rahmat Dani Korban KMP Virgo Asal Brebes Ditemukan
Satlantas Polres Brebes Fokus Tilang ETLE dan Manual, Pelanggaran Yang Menyolok Jadi Sasaran
Tekan DBD, ITPLN Fasilitasi Wolbachia di Kampus
Kementerian PU Percepat Pemulihan 1.024 Infrastruktur di NTT

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:12 WIB

DPR Setujui RUU Satu Data Indonesia Menjadi Undang-Undang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:00 WIB

FAO: Sedikitnya 1,2 Juta warga Palestina Alami Krisis Pangan Akut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kementerian PU Kerahkan 20 Pompa Untuk Penanganan Kekeringan di Pakisjaya, Karawang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Sambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Keunikan Pembangunan Jembatan Loji Pekalongan di Era Kolonial Belanda, Terbuat dari Semen dan Tepung Kanji

Berita Terbaru

Bisnis

Epson Luncurkan SureColor V4000 untuk Bisnis Custom

Kamis, 8 Okt 2026 - 16:10 WIB