Krisis Air Bersih Brebes Makin Meluas, 49.518 Jiwa Sudah Dilayani

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamikanews.net – Krisis air bersih di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih menjadi perhatian seiring puncak musim kemarau yang berlangsung hingga awal Oktober 2026. Permintaan bantuan air bersih dari sejumlah wilayah terdampak kekeringan juga terus meningkat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes masih rutin melakukan distribusi atau dropping air bersih ke desa-desa yang mengalami kekurangan pasokan air.

Staf Bidang Kedaruratan BPBD Brebes, Rismanto, mengatakan distribusi air bersih masih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Berdasarkan catatan BPBD hingga 4 Oktober 2026, sekitar 49.518 jiwa telah mendapatkan layanan distribusi air bersih.

Baca Juga :  Caringin Masuk Nominasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Nasional

BPBD Salurkan Sekitar 30 Ribu Liter Air per Hari

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Brebes mengoperasikan dua armada tangki air yang melayani wilayah utara dan tengah.

Setiap hari, masing-masing wilayah mendapatkan sekitar tiga kali ritase. Total distribusi air bersih mencapai sekitar 30 ribu liter per hari.

Meski sumber air untuk dropping masih tersedia, BPBD menyebut debit pasokan mulai mengalami penurunan. Pengambilan air dari pasokan PDAM juga dibatasi untuk menjaga ketersediaan air.

Musim Hujan Diperkirakan Baru Datang November

Baca Juga :  Forum Seniman Pantura Peduli Rayakan Anniversary ke-2 dengan Santuni Anak Yatim di Sepatan

Kondisi kekeringan diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikan BPBD Brebes, awal musim penghujan diperkirakan baru memasuki dasarian ketiga November 2026.

Artinya, kebutuhan bantuan air bersih masyarakat berpotensi masih berlangsung sekitar satu setengah bulan ke depan.

Sementara itu, kondisi pasokan air di wilayah perkotaan Brebes masih relatif aman meski sejumlah sumber air mulai mengalami penurunan debit.

Kondisi tersebut membuat distribusi air bersih menjadi salah satu langkah penting untuk membantu masyarakat yang menghadapi dampak kemarau panjang.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan
Krisis Air Bersih Meluas di Brebes, 19 Desa Minta Bantuan Air
20 Rumah Rusak Akibat Gempa Sumba Barat Daya
Kekeringan Brebes Makin Meluas, Petani Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau Panjang
Aktivis Desa Cirarab Desak Pembayaran Ganti Rugi Trase Jalan Tol Serbaraja Dipercepat.
Perkuat Birokrasi dan Layanan Publik, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid Rotasi Pejabat Tinggi Pratama Eselon II
Krisis Air Bersih Meluas, 28 Ribu Liter Air Disalurkan untuk 408 KK di Brebes
DPRD Kabupaten Tangerang Luncurkan Portal JDIH Berbasis E-legislation

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Krisis Air Bersih Brebes Makin Meluas, 49.518 Jiwa Sudah Dilayani

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:16 WIB

BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:19 WIB

20 Rumah Rusak Akibat Gempa Sumba Barat Daya

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Kekeringan Brebes Makin Meluas, Petani Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau Panjang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Aktivis Desa Cirarab Desak Pembayaran Ganti Rugi Trase Jalan Tol Serbaraja Dipercepat.

Berita Terbaru