Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau

Jumat, 4 September 2026 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dinamikanews.net – Musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino mulai berdampak terhadap kondisi Sungai Mahakam. Penurunan debit air sungai terbesar di Kalimantan Timur tersebut tidak hanya memengaruhi kondisi sumber daya air, tetapi juga menghambat transportasi sungai yang selama ini menjadi jalur penting mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memantau kondisi Sungai Mahakam, khususnya untuk mengantisipasi dampak penurunan debit terhadap ketersediaan air baku dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada transportasi air.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemantauan dilakukan secara intensif oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Samarinda sebagai bagian dari langkah mitigasi menghadapi kondisi kemarau.

“Kami instruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk terus memantau kondisi Sungai Mahakam. Hal ini sebagai langkah mitigasi dampak kemarau,” kata Menteri Dody.

Baca Juga :  Tukarkan sampah botol plastik dan minyak jelantah dengan naik kapal di Sungai Cisadane

Secara umum, Kalimantan Timur memiliki curah hujan tahunan yang cukup tinggi, yakni berkisar 3.600–3.700 milimeter. Namun, memasuki puncak musim kemarau Juli-Agustus 2026 terjadi penurunan curah hujan yang cukup signifikan. Pada Juli 2026, curah hujan tercatat hanya sekitar 289 milimeter. Angka tersebut kemudian turun drastis menjadi 25 milimeter pada Agustus 2026.

Minimnya hujan turut menyebabkan debit Sungai Mahakam mengalami penurunan, terutama di wilayah hulu. Sementara di bagian hilir, debit sungai juga mengalami penurunan, namun fluktuasinya relatif lebih stabil. Kondisi tersebut dipengaruhi efek damping atau peredaman, baseflow dari anak-anak Sungai Mahakam yang berasal dari sejumlah kabupaten lain, serta pengaruh pasang surut.

Sementara itu, Kepala BWS IV Samarinda, Andri Rachmanto Wibowo menyampaikan bahwa penurunan muka air Sungai Mahakam berdampak langsung terhadap transportasi air yang selama ini digunakan untuk mengangkut penumpang, bahan pangan dan bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga :  BRI BO Rangkasbitung Sampaikan Ucapan Selamat Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-197 dengan Semangat Lebak Ruhay (Rukun, Unggul, Hegar, Aman dan Yakin)

“Dengan kondisi muka air sungai saat ini, transportasi air hanya dapat melayani hingga Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini menyebabkan pendistribusian bahan pangan dan BBM menuju Kabupaten Mahakam Ulu mengalami kendala. Jalur darat menjadi satu-satunya akses distribusi yang dapat digunakan, dengan waktu tempuh mencapai sekitar 2 x 24 jam. Terbatasnya akses distribusi juga berdampak pada ketersediaan BBM dan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Menghadapi kondisi tersebut, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan debit dan muka air Sungai Mahakam. Pemantauan juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah setempat guna meminimalisir dampak yang dirasakan masyarakat akibat terbatasnya akses transportasi dan distribusi.

Berita Terkait

Atasi Banjir Tahunan, Bupati Brebes Pimpin Rapat Koordinasi Bersama BBWS Cimanuk-Cisanggarung
Erupsi beruntun, Badan Geologi Larang Warga Dekati Anak Krakatau
Peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Kabupaten Tangerang: Fokus pada Aksi Sosial
Sawah Retak, Hati Terluka: Amuk Petani Tangerang di Depan kantor Dinas Pertanian 
Tekan Polusi Udara, Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Gelar Uji Emisi Massal di Depan DPRD
MUI Serukan Shalat Istisqa Untuk Mohon Hujan, Bantu Atasi Karhutla
BKSDA Kaltim Pastikan Perawatan Medis Bagi Bayi Orangutan
Geger! Kerangka Manusia Diduga Perempuan Ditemukan di Rumah Kosong Limbangan Wetan Brebes

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:51 WIB

Atasi Banjir Tahunan, Bupati Brebes Pimpin Rapat Koordinasi Bersama BBWS Cimanuk-Cisanggarung

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Erupsi beruntun, Badan Geologi Larang Warga Dekati Anak Krakatau

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Kabupaten Tangerang: Fokus pada Aksi Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Sawah Retak, Hati Terluka: Amuk Petani Tangerang di Depan kantor Dinas Pertanian 

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:47 WIB

MUI Serukan Shalat Istisqa Untuk Mohon Hujan, Bantu Atasi Karhutla

Berita Terbaru