BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Bertambah, Jadi 100 Orang

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Dinamikanews.net – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya lonjakan angka korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang kini menyentuh angka seratus jiwa.

Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers yang digelar secara daring di Jakarta, Senin, menjelaskan penambahan angka tersebut terjadi lantaran banyak korban luka berat yang dirawat intensif, namun akhirnya tidak dapat tertolong.

“Untuk jumlah meninggal, ini perlu kami tegaskan, bahwa yang meninggal seratus ini adalah korban gempa yang semula luka berat, yang dirawat di fasilitas kesehatan, ini tidak berhasil diselamatkan, sehingga yang semula di hari pertama, hari kedua ada 48 yang meninggal dunia, angka per hari ini total menjadi seratus yang meninggal dunia,” katanya.

Selain korban meninggal dunia, Suharyanto menjelaskan bencana ini juga mengakibatkan 1.603 jiwa mengalami luka-luka dan sebanyak 180.327 jiwa harus bertahan di tempat-tempat pengungsian.

Ia menyayangkan kondisi darurat ini diperparah oleh beredarnya hoaks atau berita bohong mengenai potensi tsunami susulan yang membuat warga panik dan nekat mendirikan titik-titik pengungsian mandiri yang jauh dari jangkauan petugas, termasuk di atas kawasan perbukitan.

Baca Juga :  Berangkat Kerja Gowes hingga WFH, Cara Ahmad Luthfi Budayakan Efesiensi dan Hemat Energi di Jateng

Suharyanto dengan tegas membantah isu tersebut dan meminta masyarakat untuk merujuk pada informasi resmi dari instansi berwenang.

“Ada beberapa langkah yang kami lakukan, yang pertama kami imbau kepada masyarakat yang mengungsi mandiri karena takut gempa susulan, ada isu tsunami susulan, semua itu tidak betul, karena setiap pagi instansi yang berwenang, sekali lagi Kepala BMKG selalu meng-update, menginformasikan perkembangan gempa, dan dalam delapan hari ini tidak pernah ada satupun gempa susulan yang melebihi gempa utama. Nah ini juga kami suarakan supaya masyarakat tidak percaya kepada isu-isu hoaks yang tidak bertanggung jawab,” ujar Suharyanto.

Terkait dengan aktivitas kegempaan yang meresahkan warga, BNPB merilis data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat terjadinya 6.409 kali gempa hingga pukul 05.00 WIB pada hari ke-8 pascabencana.

“Susulan yang terbesar ada 6,2 magnitudo. Kemudian, yang terkecil 1,1. Yang sama dengan atau lebih besar dari 5 magnitudo ada 33 kali. Dan gempa susulan, ya tentu saja yang 33 kali itu pasti dirasakan masyarakat. Tetapi dari 6.409 kali gempa itu ada 139 kali yang dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Sidak Pabrik Es Kristal di Buaran, Anggota DPRD Tangsel Minta Operasional Dihentikan Sementara hingga Izin Lengkap

Untuk hal ini BNPB memproyeksikan kondisi gempa susulan ini akan terus berlangsung hingga tiga sampai empat minggu ke depan hingga lempeng bumi kembali stabil, namun trennya diyakini akan terus menurun.

Ia juga memastikan pemerintah daerah tetap berupaya keras menyalurkan logistik ke pos-pos mandiri tersebut menggunakan kendaraan kecil hingga berjalan kaki menembus perbukitan

“Apakah semuanya sudah ter-cover, apakah semuanya sudah dapat, apakah semuanya sudah cukup, kami jawab belum cukup. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, kami akan berusaha sekuat tenaga agar para pengungsi mandiri yang tetap bertahan di tempat-tempat yang jauh (atau) tidak mau merapat ke titik-titik pengungsian terpusat, tetap dilayani kebutuhan logistik dan kebutuhan dasar manusia lainnya,” ucap Suharyanto.

Berita Terkait

BKSDA Kaltim Pastikan Perawatan Medis Bagi Bayi Orangutan
Geger! Kerangka Manusia Diduga Perempuan Ditemukan di Rumah Kosong Limbangan Wetan Brebes
Gunung Semeru Tiga Kali Erupsi Dengan Tinggi Letusan hingga 1 km
Rekomendasi Akhir Pekan Di Jakarta, Festival Literasi Hingga Musik
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Ditahan KPK, Uang Rp1,9 Miliar Disita dalam OTT
Konsep Cegah Sengketa Informasi, Pemkab Brebes Dorong Transparansi Anggaran Desa
UIN Jakarta Didaulat Sebagai Kampus Pendukung Zakat Terbaik
Warga Margadana Kota Tegal Tegal Nikmati Diskon PBB Lebih dari 50%, Apakah Pemda Brebes Bisa Demikian?!
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:18 WIB

BKSDA Kaltim Pastikan Perawatan Medis Bagi Bayi Orangutan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Gunung Semeru Tiga Kali Erupsi Dengan Tinggi Letusan hingga 1 km

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Rekomendasi Akhir Pekan Di Jakarta, Festival Literasi Hingga Musik

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:28 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Ditahan KPK, Uang Rp1,9 Miliar Disita dalam OTT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Konsep Cegah Sengketa Informasi, Pemkab Brebes Dorong Transparansi Anggaran Desa

Berita Terbaru

Berita

BKSDA Kaltim Pastikan Perawatan Medis Bagi Bayi Orangutan

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:18 WIB