Cirebon, Dinamikanews.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Jawa Barat, mengambil opsi untuk menyiapkan tenaga pendidik sementara guna mendukung operasional Sekolah Rakyat yang dijadwalkan mulai menerima siswa pada Juli 2026, sambil menunggu penempatan guru dari pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon Hendra Nirmala di Cirebon, Selasa, mengatakan langkah tersebut dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sejak hari pertama siswa menempati asrama.
“Kami menyiapkan guru sementara agar proses belajar mengajar bisa langsung berjalan ketika para siswa mulai masuk asrama,” katanya.
Ia menyampaikan peserta didik dijadwalkan masuk ke asrama pada 11-13 Juli 2026 sebagai bagian dari tahapan awal penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon.
Menurut Hendra, kebutuhan tenaga pendidik sementara akan dipenuhi dari aparatur berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Cirebon.
Pada tahap awal, kata dia, Sekolah Rakyat membutuhkan lima guru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), sedangkan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) masing-masing memerlukan 15 guru.
“Selain menyiapkan tenaga pengajar, pemerintah daerah juga mempersiapkan berbagai aspek pendukung agar operasional sekolah berasrama tersebut dapat berjalan sesuai rencana,” katanya.
Ia menuturkan sebanyak 270 calon peserta didik dijadwalkan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki asrama. Mereka berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMA dengan masing-masing satu rombongan belajar berisi 90 siswa.
Hendra mengatakan pendampingan psikolog juga akan disediakan untuk membantu para siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang menerapkan sistem asrama.
Pemerintah daerah, lanjut dia, turut menyiapkan tenaga pendukung, mulai dari wali asrama, wali asuh, petugas kebersihan, pramusaji, hingga tenaga kesehatan untuk menunjang aktivitas harian para siswa.
Ia mengatakan kebutuhan tenaga pendukung tersebut akan dipenuhi dengan melibatkan sejumlah unsur, yang telah memiliki pengalaman dalam pendampingan sosial dan pelayanan masyarakat.















