Pengeroyokan di Sopo Sanggar Disorot, Dua Organisasi Besar *LAPBAS dan LSBSN* Desak Polresta Tangerang Ungkap Pelaku

Kamis, 20 November 2025 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang – Upaya mencari keadilan atas kasus pengeroyokan yang menimpa Ilham Candra Prima aktivis kecamatan tigaraksa atau yang akrab disapa Keong, terus berlanjut. Setelah sebelumnya membuat laporan resmi ke Polresta Tangerang pada Jumat, 14 November 2025, kini rombongan dari dua organisasi besar kembali mendatangi Polresta Tangerang untuk mempertanyakan perkembangan Laporan.

Pada Kamis, 20 November 2025, Ketua Umum DPP LSM Satu Bumi Satu Negeri (LSBSN), Susetyo Yuli Ristanto, SH., MH, bersama Ketua Ormas Laskar Pendekar Banten Sejati (LAPBAS) DPC Kabupaten Tangerang, Teguh Eko Sarwono, mendampingi Keong selaku korban dan ketua LSBSN DPC Kabupaten Tangerang sekaligus pengurus Ormas LAPBAS.

Kedatangan mereka ke Unit Resmob Polresta Tangerang bertujuan untuk menanyakan secara langsung tindak lanjut laporan pengeroyokan yang terjadi di Cafe Sopo Sanggar, Tigaraksa lokasi yang dikenal rawan keributan dan berulang kali menjadi titik kejadian kekerasan.

Namun, saat rombongan tiba, Kanit Resmob disebut sedang berada di luar kantor sehingga dialog resmi belum dapat dilakukan.

Baca Juga :  Diduga Limbah Sampah Dari Hotel Ibis Dan Trembesi Dibuang Ke pemukiman Warga

Ketua Umum DPP LSBSN, Susetyo Yuli Ristanto, mengeluarkan pernyataan keras sebagai bentuk kekecewaan sekaligus dorongan agar aparat penegak hukum bergerak cepat.

“Kami tidak ingin kasus ini menguap. Korban sudah melapor sesuai prosedur, dan aparat wajib menindaklanjuti tanpa menunda.”

Susetyo menegaskan bahwa LSBSN tidak akan tinggal diam jika proses hukum dirasa stagnan, “Negara tidak boleh kalah oleh premanisme. Jika ada pihak-pihak yang mencoba menghambat proses hukum, kami akan mengambil langkah hukum lanjutan dan mengawalnya sampai tuntas.”

Ia juga menyoroti lokasi kejadian yang berada tepat di depan kompleks pemerintahan Kabupaten Tangerang, “Ironis. Kejadian pengeroyokan bisa berulang di tempat yang begitu strategis. Ini menunjukkan adanya celah penegakan hukum yang perlu dibenahi.”

Ketua LAPBAS DPC Kabupaten Tangerang, Teguh Eko Sarwono, mengeluarkan pernyataan yang tidak kalah lantang, “LAPBAS berdiri untuk membela anggotanya yang diperlakukan tidak adil. Kami menuntut kepolisian bergerak cepat mengungkap pelaku pengeroyokan Keong.”

Baca Juga :  Diduga PT BUM Pakai BBM Bersubsidi Untuk Operasional Genset dan Eskavator Proyek

Teguh menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukan tekanan apa pun, namun akan terus mengawasi jalannya proses hukum hingga benar-benar diproses sesuai ketentuan. “Kami ingin proses yang profesional, transparan, dan tidak berlarut-larut. Kami akan datang lagi jika memang diperlukan.”

Ilham Candra Prima mengaku hanya ingin mendapatkan keadilan sesuai hukum yang berlaku. “Saya berharap kasus ini tidak mandek. Saya hanya ingin pelaku diproses sesuai hukum, agar tidak ada kejadian serupa menimpa orang lain.”

Ia menegaskan bahwa dirinya siap memberikan keterangan tambahan kapan pun penyidik membutuhkan.

Hingga kini, pihak Polresta Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyidikan. Namun rombongan LSBSN dan LAPBAS menegaskan akan terus melakukan pemantauan.

Kedua organisasi menyatakan siap mengawal proses hukum hingga tuntas, sekaligus mendorong aparat memastikan keamanan tempat hiburan malam yang kerap menjadi lokasi tindak kekerasan.

Berita Terkait

Bupati Brebes Jenguk dan Bantu Biaya Perawatan Korban Dugaan KDRT Randusanga Kulon di RSUD Brebes
Hewan Ternak Kerbau Sebabkan Kecelakaan di Jalan Raya Tigaraksa
Telah Terjadi Peristiwa Pembacokan Satu Keluarga di Randusanga kulon,Brebes  
Brebes Masih Berstatus Awas Kekeringan, BMKG Peringatkan Ancaman Krisis Air Bersih hingga Oktober
Bos Warteg di Bojong Brebes Tewas Bersimbah Darah, Suami Diduga Terlibat
Sejarah Lapangan Ikada Jakarta, Saksi Perjuangan Rakyat Mempertahankan Kemerdekaan
Diduga Sakit Hati, Anak di Brebes Tega Bacok Ayah Kandung Berusia 83 Tahun hingga Tewas
Warga Bantarkawung Geger, Pria 28 Tahun Ditemukan Meninggal di Belakang MTsN 4 Brebes

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Bupati Brebes Jenguk dan Bantu Biaya Perawatan Korban Dugaan KDRT Randusanga Kulon di RSUD Brebes

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Hewan Ternak Kerbau Sebabkan Kecelakaan di Jalan Raya Tigaraksa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Telah Terjadi Peristiwa Pembacokan Satu Keluarga di Randusanga kulon,Brebes  

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Brebes Masih Berstatus Awas Kekeringan, BMKG Peringatkan Ancaman Krisis Air Bersih hingga Oktober

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Bos Warteg di Bojong Brebes Tewas Bersimbah Darah, Suami Diduga Terlibat

Berita Terbaru