Tangerang, Dinamikanews.net – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar uji emisi gratis bagi 100 unit kendaraan roda dua dan empat di Jalan Soemawinata, Tigaraksa, Senin (20/10/2026), guna menekan polusi udara sekaligus memperingati hari jadi kabupaten ke-394.
Terlihat Deretan kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengantre di depan Kantor DPRD Kabupaten Tangerang sejak pagi tadi. Langkah konkret ini diambil Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) sebagai kado bagi warga sekaligus upaya nyata menjaga kualitas udara tetap layak hirup di tengah perayaan usia kabupaten yang menginjak hampir empat abad.
Sandi, Pengawas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni. Tujuannya tajam: menilai efisiensi pembakaran mesin dan menekan gas berbahaya seperti Karbon Monoksida (CO) hingga Nitrogen Oksida (NOx). Udara bersih adalah hak publik.

“Uji emisi ini adalah agenda rutin dua kali dalam setahun yang merupakan program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), yang dilaksanakan pada bulan Juni dan Oktober. Sebagai langkah wajib Pemerintah Daerah dalam mengetahui kualitas udara di wilayah yang dihasilkan oleh roda dua dan empat,” jelas sandi
Petugas kami di lapangan membagi kategori kelulusan dengan ketat. Mobil bensin keluaran di bawah tahun 2018 wajib memiliki kadar CO maksimal 1,5 persen. Sementara itu, kendaraan yang lebih muda atau produksi 2018 ke atas, standarnya jauh lebih tinggi dengan batas maksimal CO hanya 0,5 persen. Untuk motor lansiran 2010 ke atas, ambang batas Hidrokarbon (HC) dipatok tidak boleh melewati 2.000 ppm.
Inisiatif ini juga menjadi pengingat bagi pemilik kendaraan mengenai kepatuhan hukum. Aturan ini sudah tertuang jelas dalam Pasal 206 PP Nomor 22 Tahun 2021 serta Permen LHK Nomor 8 Tahun 2023. Kendaraan yang dirawat bukan hanya soal kenyamanan pengemudi, melainkan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
“Tentu langkah yang kita lakukan merujuk pada ketentuan aturan yang berlaku sebagai sumber pendoman dan ketaatan aturan hukum terhadap lingkungan,” ucapnya
Alhamdulillah, Antusiasme warga terlihat tinggi meski kuota dibatasi hanya untuk 100 pendaftar pertama. Proses pengecekan berlangsung cepat namun teliti. Setiap pemilik kendaraan yang lulus langsung mendapatkan hasil uji sebagai bukti bahwa mesin mereka bekerja optimal dan ramah lingkungan. (Hil)















