Tangerang, dinamikanews.net – Pemerintah Kabupaten Tangerang merayakan hari jadi ke-394 dengan menghadirkan wahana permainan gratis untuk memberikan akses hiburan tanpa syarat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali yang berlokasi di Alun – Alun Tigaraksa dan berlangsung selama seminggu ke depan. Senin, 12 Oktober 2026.
Wajah Alun-alun Tigaraksa berubah total hari ini. Tak ada lagi hening yang biasa menggelayut di sudut lapangan; yang ada hanyalah riuh rendah tawa anak-anak dan antrean orang tua yang tampak sumringah. Dalam rangka menyambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, pemerintah daerah memutuskan untuk ‘menghibahkan’ kegembiraan lewat deretan wahana permainan yang bisa dinikmati secara cuma-cuma.
Sekretaris Daerah Soma Atmaja memastikan bahwa pesta rakyat ini milik semua orang. Tanpa syarat rumit, tanpa biaya pendaftaran. Masyarakat cukup datang dan mengambil kupon yang disediakan petugas di lokasi. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Penggunaan kupon menjadi kunci agar keriuhan tetap terkendali dan antrean tidak mengular secara semrawut.
“Kami persilahkan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang untuk menikmati wahana disiapkan secara bebas tanpa biaya alias gratis dan tak perlu persyaratan apapun” ucap Soma saat ditanya wartawan
Sementara itu, salah satu orang tua yang hadir Neni mengatakan bahwa momen ini terasa seperti oase. Di tengah himpitan ekonomi dan harga kebutuhan yang terus merangkak naik, kesempatan membawa buah hati bermain tanpa harus merogoh kocek adalah berkah tersendiri.
“Saya sangat senang dengan adanya wahana permainan gratis ini, saya dan anak bisa menikmati secara bebas tanpa mengeluarkan uang seperak pun,” ujarnya sambil menyeka keringat di dahi sang anak.
Neni tak sendirian. Ratusan orang tua lainnya merasakan hal serupa. Anggaran rumah tangga yang biasanya ketat untuk urusan hiburan, kini bisa dialokasikan untuk kebutuhan dapur. Menurut Neni, inisiatif ini menunjukkan sisi kemanusiaan birokrasi dalam membahagiakan warganya di momen spesial Kabupaten Tangerang.
Senada dengan Neni, Risma, warga lainnya, berharap tradisi semacam ini tidak berhenti di angka 394 saja. Baginya, hiburan adalah hak setiap warga, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan biaya. Meski hanya berlangsung setahun sekali, kehadiran komidi putar dan berbagai wahana lainnya menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah rakyatnya.
“Alhamdulillah senang adanya permainan gratis ini, semoga ke depan hal semacam ini akan terus dilakukan. Terkadang kami masyarakat gembira dari hal-hal seperti ini,” tutur Risma penuh harap.
Sore itu, Tigaraksa bukan sekadar pusat pemerintahan, melainkan saksi bisu bagaimana sebuah perayaan mampu menyatukan hati lewat tawa yang sederhana. (Hil)















