BREBES, Dinamikanews.net — Video yang memperlihatkan pernyataan seorang oknum ketua partai politik di Kabupaten Brebes beredar luas dan menuai reaksi. Dalam video tersebut, yang bersangkutan mengancam akan menciptakan kekacauan apabila kebijakan mutasi aparatur sipil negara (ASN) tidak dibatalkan.
Menanggapi hal itu, Ketua Partai Perindo Kabupaten Brebes, Suratno, mengecam keras dugaan intervensi terhadap kebijakan mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes.
“Saya kaget. Masa seorang pimpinan partai merasa berhak mengatur siapa yang boleh dimutasi dan siapa yang tidak? Memangnya birokrasi ini milik partainya? Ini milik rakyat Brebes,” tegas Ratno saat dihubungi, Senin (6/4/2026).
Ratno menyoroti bahwa mutasi dan rotasi pegawai merupakan hak prerogatif Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Menurutnya, tidak ada satu pun partai politik yang memiliki hak untuk mendikte penempatan pegawai pemerintah daerah.
“Yang lebih berbahaya lagi, oknum ini mengancam akan membuat Brebes chaos. Ini sudah bukan kritik, ini intimidasi. Rakyat Brebes butuh pemimpin yang membangun, bukan yang mengancam membakar rumahnya sendiri karena keinginannya tidak dituruti,” lanjut Ratno.
Ratno juga mempertanyakan motif di balik kemarahan oknum tersebut. Menurutnya, fakta bahwa seorang ketua partai merasa tersinggung hanya karena pegawai yang dekat dengannya dimutasi justru membuktikan adanya hubungan yang tidak sehat antara pejabat birokrasi dengan kekuatan politik tertentu.
“Kalau memang tidak ada kepentingan, kenapa marah? Justru ini membuktikan bahwa mutasi yang dilakukan Bupati itu tepat. Birokrasi harus steril dari cengkeraman partai politik manapun, termasuk partai yang merasa paling berjasa,” ujar Ratno.
Ketua Perindo Brebes itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh ancaman-ancaman yang bersifat destruktif.
“Saya mengajak masyarakat Brebes untuk tetap tenang dan mendukung Bupati membersihkan birokrasi dari intervensi politik. Jangan takut dengan ancaman. Yang seharusnya takut itu justru mereka yang selama ini menguasai birokrasi untuk kepentingan kelompoknya sendiri,” pungkas Ratno.
Ratno menutup dengan menegaskan bahwa Partai Perindo siap mendukung setiap langkah Bupati Brebes dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari tekanan politik. “Brebes butuh kerja, bukan ancaman,” tutupnya.
Seperti yang diketahui, dalam video yang beredar tersebut, oknum Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes menyatakan “perang terbuka” terhadap Bupati Brebes, Ketua DPRD, dan Sekretaris Daerah. Ia juga mengaku tersinggung atas kebijakan mutasi dua ASN yang dinilai dekat dengannya, serta mengancam akan menggerakkan massa untuk mendatangi kantor pemerintah daerah apabila kedua pegawai tersebut tidak dikembalikan ke posisi semula. Video tersebut turut memuat sejumlah tuduhan terhadap pejabat.
(D. Miranoor)
















