Musibah Tebing Longsor 30 Meter di Cilibur Brebes Jalan Tidak Dapat Dilalui, Pemkab Gerak Cepat Relokasi Jalur

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamikanews.net – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan bahwa pemerintah kabupaten telah mengambil langkah cepat menangani peristiwa longsor yang melanda Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, pada Minggu (08/02/2026) pukul 01.00 WIB. Kejadian yang dipicu curah hujan intens tinggi di wilayah Brebes Selatan menyebabkan banjir pada Kali Longkrang, yang kemudian mengerus tebing sebelah Utara hingga memicu longsoran dengan dimensi panjang ±20 meter dan tinggi ±30 meter.

“Kami segera berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait setelah mendapatkan informasi pertama kali. Keselamatan masyarakat serta kelancaran akses transportasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah,” tegas Bupati Paramitha dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/3/2026)Longsoran tersebut menyebabkan badan jalan kabupaten ruas Cilibur-Langkap terdampak sepanjang 50 meter, dengan seluruh lebar jalan eksisting 3 meter tergerus total akibat material tanah yang runtuh. Pada pukul 08.30 WIB hari yang sama, terjadi longsor susulan yang mengenai talud penahan tebing dan bangunan kamar mandi SMP Muhamadiyah 03 Paguyangan dengan dimensi lebar 3 meter dan panjang 6 meter. Beberapa titik di lokasi masih menunjukkan tanda retakan yang mengindikasikan potensi longsor susulan.

Baca Juga :  PPNI Resmikan Graha Perawat Brebes, Sebagai Simbol Kekuatan Dan Kesatuan Profesi 

 

Dalam peristiwa itu, tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut. Kerusakan terjadi pada badan jalan, talud penahan, dan bagian bangunan sekolah, sementara jumlah pengungsi tercatat nihil.

Bupati Paramitha mengungkapkan bahwa dukungan dari tingkat provinsi akan turut mempercepat proses penanganan. “Sudah koordinasi dengan gubernur juga, katanya pak gubernur mau nurunin tim juga bantu kesana penanganan relokasi,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah penanganan harus disusun secara cermat mengingat kondisi lapangan yang memiliki risiko tinggi. “Pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti hasil asesmen lapangan dan berkoordinasi dengan instansi teknis agar penanganan dapat dilakukan secepatnya. Jalan ini sangat vital bagi mobilitas warga, jadi kita harus mencari solusi yang aman dan berkelanjutan,” katanya menekankan.

Bupati juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya pada pemulihan jalan, tetapi juga pada keamanan fasilitas pendidikan. “Kita tidak bisa mengabaikan ancaman terhadap sekolah yang berada di atas tebing. Setiap langkah yang kami lakukan harus memastikan keamanan seluruh masyarakat, terutama anak-anak yang belajar di sana,” tambahnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU) Kabupaten Brebes, Dani Asmoro, menjelaskan bahwa tim teknis telah menyusun rekomendasi berdasarkan hasil asesment yang dilakukan sesuai arahan Bupati. “Berdasarkan hasil asesment, ketinggian longsoran mencapai 30 meter dengan lereng yang sangat curam. Relokasi jalur jalan menjadi pilihan utama yang direkomendasikan sesuai dengan petunjuk dari Bupati,” jelasnya.

Baca Juga :  Kunjungan DPC GANN Tangerang Selatan Ke Kantor BNN Kota Tangerang Selatan: Fasilitas Lengkap dan "Korban" Pengguna kami tampung tanpa biaya sepeserpun

Dani Asmoro menyampaikan bahwa rencana relokasi telah disusun dengan memperhatikan instruksi dari Bupati untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat. “Kami merencanakan relokasi jalan ke sebelah timur dari posisi eksisting, memanfaatkan tanah bengkok desa dan sebagian kecil tanah milik warga yang akan diproses sesuai peraturan. Ini adalah solusi terbaik mengingat potensi bahaya yang masih ada di lokasi semula, sesuai arahan Bupati untuk mencari solusi yang paling aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi dan mengikuti arahan petugas yang ditempatkan di lapangan. Bupati Paramitha memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan situasi secara berkala dan menyusun langkah-langkah pelaksanaan yang tepat agar penanganan dapat segera direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat Brebes. (D. Miranoor)

Berita Terkait

Para Pegiat Keagamaan Adalah Garda Terdepan Pembinaan Akhlak Umat, Perlu Wujudkan Sinergi dan Moderasi 
Pertiwi Bamus Tangkot Gelar Bukber, Pembagian Takjil dan Santunan Yatim piatu, Dihadiri Pimpinan DPP Beserta Jajarannya  
Kolaborasi Strategis, Polres dan Pemkab Brebes Luncurkan Aplikasi Digital “Beres Apik” untuk Meningkatkan Layanan Publik
Sheenaz Snafeesa Zara Rayakan Ulang Tahun dengan Penuh Keceriaan.
Tanamkan Jiwa Wirausaha, Siswa Narada School Kunjungi Pabrik Kosmetik PT Souvenhostel Cipta Persada
Puskesmas Jatirokeh Brebes Tingkatkan Inovasi, Tenaga Kesehatan Diharapkan Memiliki Pemahaman Standar Pelayanan
DPD PDIP Menyatukan Langkah Organisasi Melalui Roadshow, Jawa Tengah Tetap Kandang Banteng Bukan Kandang Gajah
Bulan Baik Untuk Berbuat Baik Bersama Yayasan Pendidikan Sekolah Digital (Online) Gratis “Janji Baik” dan GANN (Generasi Anti Narkotika Nasional)

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:13 WIB

Para Pegiat Keagamaan Adalah Garda Terdepan Pembinaan Akhlak Umat, Perlu Wujudkan Sinergi dan Moderasi 

Rabu, 11 Maret 2026 - 00:41 WIB

Pertiwi Bamus Tangkot Gelar Bukber, Pembagian Takjil dan Santunan Yatim piatu, Dihadiri Pimpinan DPP Beserta Jajarannya  

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:35 WIB

Kolaborasi Strategis, Polres dan Pemkab Brebes Luncurkan Aplikasi Digital “Beres Apik” untuk Meningkatkan Layanan Publik

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:29 WIB

Sheenaz Snafeesa Zara Rayakan Ulang Tahun dengan Penuh Keceriaan.

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:48 WIB

Puskesmas Jatirokeh Brebes Tingkatkan Inovasi, Tenaga Kesehatan Diharapkan Memiliki Pemahaman Standar Pelayanan

Berita Terbaru