Waspadai Maraknya Warung Aceh Di Daerah Brebes! Diduga Sebagai Sarang Transaksi Obat Terlarang 

Senin, 12 Januari 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes , Dinamikanews.net – Perlu diwaspadai dengan menjamurnya warung Aceh di Brebes yang menjual obat terlarang, membuat warga merasa resah. Menurut keterangan warga, ada beberapa lokasi yang diketahui menjajakan obat terlarang dengan pemilik ber inisial Jack.

Didapat informasi, sejumlah tempat menjamur yang di sebut “warung Aceh”, seperti di depan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Lapangan Pulosari, Desa Grinting, Pasar Belakang kodim dan Dukuhringin.

‎Salah satu warung yang kerap dijadikan tempat berkumpul anak-anak muda ini, seperti di depan UMUS awalnya tampak seperti tempat nongkrong biasa. Namun, di balik aktivitas bermain game dan minum kopi, ternyata berlangsung transaksi jual beli obat-obatan terlarang seperti Tramadol dan sejenisnya.

‎Ironisnya, obat-obatan ini dijual bebas tanpa pengawasan medis, padahal Tramadol termasuk dalam kategori obat keras yang hanya boleh dikonsumsi atas resep dokter.

Baca Juga :  Polri dan Bulog Luncurkan Gerakan Pangan Murah Serentak

‎Diketahui, Tramadol yang dikonsumsi tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem saraf dan jantung. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat sasarannya adalah generasi muda yang merupakan aset masa depan bangsa.

‎Lebih memprihatinkan lagi, para pelaku diduga menyamarkan aktivitas ilegal mereka dengan berdagang makanan atau minuman ringan, Bahkan modus jual es kelapa muda dan kopi menyamarkan penjualan aslinya. Modus ini membuat aktivitas mereka sulit terdeteksi oleh masyarakat umum maupun aparat penegak hukum. Lebih parah lagi, menurut informasi yang beredar, transaksi juga dilakukan melalui sistem _cash on delivery_ (COD), yang semakin menyulitkan pelacakan.

‎Dugaan kuat menyebutkan bahwa suplai obat-obatan ini berasal dari seseorang berinisial HRI atau nama lain seperti inisial Jack yang disebut telah menyebarkan jaringan distribusi ke puluhan titik di wilayah Brebes.

Baca Juga :  Permudah Kepemilikan Rumah, BRI KC Cilegon Hadirkan Layanan KPR Langsung di PT Merak Energi Indonesia

‎Ketika dikonfirmasi oleh awak media, beberapa pelaku justru bersikap santai dan terkesan menantang, bahkan menyatakan tidak takut terhadap pemberitaan media. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya kemungkinan keterlibatan oknum aparat atau pihak-pihak tertentu yang membekingi aktivitas mereka.

‎Pihak pemilik warung es kelapa muda yang digunakan sebagai kedok mengaku tidak mengetahui bahwa tempat usahanya dijadikan lokasi peredaran obat-obatan terlarang. Masyarakat berharap aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) segera bertindak tegas untuk memberantas peredaran obat golongan G ini.

‎Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin masa depan generasi muda Brebes akan hancur akibat penyalahgunaan obat-obatan berbahaya.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

RSUD Brebes Berpeluang Dapat Rp30 Miliar, Rencana Revitalisasi 2027 Diwarnai Polemik Relokasi SDN 01
Pererat Silaturahmi, Kelurahan Sawah Baru Gelar Senam Bersama dan Fun Walk
RSUD Bumiayu Tuntaskan Survei Akreditasi, Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien Jadi Perhatian
IPDA Jaga Iklim Gelar Aksi Hijau; Tanam 3.000 Pohon Aren di Kawasan Mata Air Gununggiana
Jogging Track RTH Bumiayu Brebes Mulai Dibangun, Anggaran Rp375 Juta Jadi Sorotan Warga
BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH
PT Dwi Karya Bentonit Indonesia Sampaikan Hak Jawab, Bantah Pemberitaan Dugaan Pencemaran Lingkungan
Pemekaran Brebes Selatan Makin Dekat, Pegiat Siapkan Belasan Bus Menuju Semarang

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:03 WIB

RSUD Brebes Berpeluang Dapat Rp30 Miliar, Rencana Revitalisasi 2027 Diwarnai Polemik Relokasi SDN 01

Minggu, 1 November 2026 - 09:52 WIB

Pererat Silaturahmi, Kelurahan Sawah Baru Gelar Senam Bersama dan Fun Walk

Minggu, 1 November 2026 - 06:38 WIB

RSUD Bumiayu Tuntaskan Survei Akreditasi, Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien Jadi Perhatian

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:18 WIB

IPDA Jaga Iklim Gelar Aksi Hijau; Tanam 3.000 Pohon Aren di Kawasan Mata Air Gununggiana

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:47 WIB

BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH

Berita Terbaru