Revisi UU Kejaksaan dan KUHAP Harus Mempertegas Pemisahan Fungsi Kewenangan Penegak Hukum

Sabtu, 8 Februari 2025 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

dinamikanews.net – Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi menilai, asas dominus litis (pengendali perkara) tidak dapat dijadikan alasan untuk melegalisasi penyerobotan kewenangan lembaga penegak hukum lainnya oleh Kejaksaan melalui Revisi UU Kejaksaan dan KUHAP.

Ia menjelaskan bahwa dalam praktiknya di banyak negara, jaksa memang kerap terlibat dalam penanganan perkara sejak tahap penyidikan. Akan tetapi hal itu tidak serta-merta membuat Indonesia juga harus menerapkannya karena sistem pidana di Indonesia berbeda dengan negara lain.

Sebab, sistem hukum di Indonesia bukan mutlak civil law atau common law dan juga bukan campuran keduanya. Melainkan prismatik yang menggabungkan berbagai unsur hukum termasuk nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, hukum adat, hukum agama dan hukum sipil.

“Sehingga memperluas kewenangan kejaksaan dengan menyerobot kewenangan lembaga penegak hukum lainnya atas nama asas dominus litis seperti yang berlaku di negara lain adalah tidak sesuai dengan ideologi dan konstitusi bangsa Indonesia,” kata R Haidar Alwi, Jumat (7/2/2025).

Baca Juga :  Student Open 2026 series 1 Bulungan, Fade Swimming School Jonggol Turunkan 7 Atlet

Oleh karena itu, jika dilakukan Revisi UU Kejaksaan, harusnya untuk menguatkan fungsi penuntutan jaksa. Bukan untuk menjadikannya lebih kuat dengan menyerobot kewenangan kepolisian dan kehakiman.

“Meskipun jaksa memiliki kewenangan sebagai penyidik tindak pidana tertentu, jangan lupa fungsi utama jaksa adalah sebagai penuntut umum,” ungkap R Haidar Alwi.

Sedangkan jika dilakukan Revisi KUHAP, harusnya tidak mengotak-atik pemisahan fungsi kewenangan antar penegak hukum. Sebagaimana konstitusi juga mengenal pembagian kekuasaan. Keduanya sama-sama bertujuan untuk menghindari absolutisme.

“Dalam KUHAP sudah sangat jelas fungsi penyidikan itu dilakukan oleh Polri dan PPNS, fungsi penuntutan oleh jaksa dan fungsi peradilan oleh hakim. Kalau diotak-atik, misalnya salah satu menyerobot kewenangan yang lain, maka keseimbangannya akan terganggu,” papar R Haidar Alwi.

Baca Juga :  Warga Kampung Kadeper Desa Bantar Panjang Tigaraksa Keberatan Pembangunan MBG Diwilayahnya

Ia berharap Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra menginisiasi pengembalian kejaksaan ke jalan yang benar. Transformasi hukum sesuai Asta Cita mustahil terwujud bila sistem hukum amburadul karena salah satu lembaga penegak hukumnya menyerobot kewenangan lembaga penegak hukum lainnya.

“Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra diharapkan menginisiasi kadernya di DPR supaya jangan sampai penyerobotan kewenangan tersebut dilegalisasi melalui Revisi UU Kejaksaan dan KUHAP. Jangan tunggu rakyat marah hingga terjadi kekisruhan yang menelan korban seperti tragedi 2019,” tutup R Haidar Alwi.

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Langit: 40 Santri Tangerang Adu Tangkas Baca Kitab Kuning di Markas PKB
BGN Tutup Permanen Lebih Dari 2.000 Dapur MBG Tak Laik Higiene
Kabar Baik! 5.000 Anggota Linmas Brebes Dapat Asuransi Jiwa Gratis, Pemkab Gandeng Jasindo
Persib Kokoh Di Puncak Klasemen Usai Kalahkan Melbourne Victory 2-0
Bupati Tangerang Buka Gebyar Seni Budaya Reog Ponorogo
Akibat Terobos dari Kiri, Pemotor Perempuan Meninggal Terlindas Truk di Jalan Sultan Agung Brebes
Pemkab Brebes Perluas Pembayaran Digital, Transaksi Nontunai Ditargetkan Tembus 82 Persen
Bupati Tangerang Melantik 356 Pejabat Esselon 3 dan 4, Ada 4 Sekcam Promosi menjadi Camat

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Menjaga Tradisi Langit: 40 Santri Tangerang Adu Tangkas Baca Kitab Kuning di Markas PKB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:12 WIB

BGN Tutup Permanen Lebih Dari 2.000 Dapur MBG Tak Laik Higiene

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Kabar Baik! 5.000 Anggota Linmas Brebes Dapat Asuransi Jiwa Gratis, Pemkab Gandeng Jasindo

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Bupati Tangerang Buka Gebyar Seni Budaya Reog Ponorogo

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Akibat Terobos dari Kiri, Pemotor Perempuan Meninggal Terlindas Truk di Jalan Sultan Agung Brebes

Berita Terbaru